Tim Dosen Universitas Narotama Terapkan Teknologi Tepat Guna, Wujudkan Produksi Batik Ramah Lingkungan di Madura
24 Agustus 2026, 14:51:14 Dilihat: 42x
Universitas Narotama Surabaya kembali memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan pada UMKM Batik Busidin, Desa Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Program yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 tersebut dipimpin oleh Dr. Sugito Muzaqi, S.H.I., M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama, bersama Putri Zanufa Sari, S.E Ak., M.Ak, dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Narotama, dan Maulana Rizqi, S.T., M.T., M.Sc, dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Melalui program tersebut, tim Universitas Narotama menerapkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) sekaligus memperkenalkan sistem manajemen produksi bersih untuk mendukung peningkatan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan usaha Batik Busidin.
UMKM Batik Busidin merupakan industri rumah tangga yang berada di Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Usaha ini memiliki perhatian khusus terhadap pelestarian Batik Gentongan, salah satu kekayaan budaya khas Madura, dengan penggunaan bahan pewarna alami yang cukup dominan dalam proses produksinya.
Dalam implementasinya, tim PKM Universitas Narotama menyerahkan sekaligus memberikan pelatihan penggunaan dua perangkat utama, yaitu alat pelorotan (lorot) hemat energi dan sistem fiksasi warna berbasis pengendalian suhu. Kedua teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengrajin meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menciptakan proses kerja yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Pemilik UMKM dan para pengrajin Batik Busidin mengikuti pelatihan penggunaan teknologi tersebut secara langsung. Pendampingan dilakukan agar perangkat yang diberikan tidak hanya menjadi bantuan peralatan, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam aktivitas produksi.
Menurut Dr. Sugito Muzaqi, penerapan teknologi tepat guna tersebut merupakan upaya Universitas Narotama untuk membantu UMKM mengatasi berbagai kendala produksi yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual.
“Penggunaan teknologi tepat guna ini tidak hanya mempermudah dan mempercepat proses lorot serta fiksasi batik, tetapi juga membantu UMKM menghasilkan produk yang lebih berkualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta kesehatan para pengrajin,” ujar Dr. Sugito Muzaqi.
Selain menghadirkan inovasi berupa perangkat keras, tim Universitas Narotama juga memberikan pendampingan dari sisi manajemen dan pengelolaan usaha.
Pendampingan tersebut meliputi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengelolaan limbah, pemasaran digital, hingga pembukuan usaha.
Keterlibatan dosen dari lintas bidang di lingkungan Universitas Narotama menjadi salah satu kekuatan dalam program ini. Kompetensi dari FKIP, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Komputer dipadukan untuk memberikan pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan proses produksi, tetapi juga penguatan tata kelola dan pengembangan usaha mitra.
Penerapan inovasi tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM Batik Busidin. Kepatuhan pengrajin terhadap SOP produksi, pengelolaan lingkungan, serta penerapan K3 mengalami peningkatan. Efisiensi proses produksi juga turut mendorong peningkatan kapasitas produksi kain batik secara bertahap dan berkontribusi terhadap peningkatan omzet usaha.
Pihak UMKM Batik Busidin menyambut baik program yang diinisiasi Universitas Narotama tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada tim PKM Universitas Narotama dan DPPM Kemdiktisaintek yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan serta pendanaan program.
Melalui program ini, Universitas Narotama menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan peran perguruan tinggi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui inovasi, teknologi, dan pendampingan berkelanjutan.
Penerapan teknologi berbasis green economy tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas Batik Busidin, tetapi juga turut menjaga keberlanjutan Batik Gentongan sebagai warisan budaya khas Bangkalan serta membuka peluang bagi produk batik lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sumber : beritaplus.id 19/8/26, diolah kembali oleh Humas Universitas Narotama